You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasar Jaya Sumbang PAD 33 Miliar
photo Doc - Beritajakarta.id

PD Pasar Jaya Sumbang PAD Rp 33 Miliar Tahun Ini

Menjelang akhir tahun, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI mulai menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kita bayarnya bertahap. Sekarang sudah Rp 33 miliar yang kita bayarkan

Tak terkecuali BUMD PD Pasar Jaya yang sampai saat ini telah menyumbang PAD sebesar Rp 33 miliar dari hasil pengelolaan pasar tradisional di Ibukota.

"Kita bayarnya bertahap. Sekarang sudah Rp 33 miliar yang kita bayarkan. Sumbangan PAD ini dari hasil pendapatan 147 pasar tahun 2015," kata Gatra Vaganza, Asisten Manager Bidang Humas PD Pasar Jaya, Rabu (6/12).

PD Pasar Jaya Survei Lokasi Pasar di Kepulauan Seribu

Menurut Gatra, sumbangan PAD yang disetorkan PD Pasar Jaya ke kas daerah DKI pada tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 30,5 miliar.

"Padahal sebelumnya kita targetkan Rp 32 miliar saja. Namun kita berhasil dapat sampai Rp 33 miliar," tuturnya.

Ia memprediksi, pada 2017 mendatang, sumbangan PAD PD Pasar Jaya hanya bisa Rp 32 miliar. Mengingat pada tahun depan pihaknya akan melakukan investasi dengan membangun pusat perkulakan yang kini sedang dimatangkan.

"Dana akan difokuskan ke sana salah satunya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11018 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1332 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1252 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1248 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye972 personBudhi Firmansyah Surapati